Hina durja dirikuw,,

May 14th, 2008 by ngayogyakarto

14 May 2008, 21.00 minus..
At Luna Net

Yeah,, q renungkan apa yang telah q perbuat hingga hari ni,,

Aq Tak mengerti akan suatu perjuangan manusia.. Hanya berharap berharap dan berharap,, Igh, FUCK..

bener-bener setan uda menghantui Ruhku hingga jasadku tak lagi berguna..
Selagi teman yang laen telah berkembang dan bermanfaat, Q tolakkan diriku pada keadaan yang merosot,, Hanya berjubel dengan ruang kamar tidur yang entah q namakan sebagai sampah perjuangan dengan onggokan dan serakan kertas diseluruh ruangan mini itu..

Q liat bnyk lalu lalang yang berproses,, entah itu melancong ke luar Kota untuk mendapat secercah pencerahan ataukah ada pencerahan yang berilmu diluar kota hingga mereka bekerja d sana masing-masing..

Uff,,

Belum lagi beberapa yang kian maju dengan semangat idealisnya menjadi seorang Sarjana dan melanjutkan pada sesi yg lebih tinggi..

Ada pula yang kemudian menikmati studi di Utrecht,, dan ada pula yang kemudian ke Malasya..

Ya Allah,, Apa Kata Dunia.. Apa Kata Naga Bonar ketika aku dihadapkan padanya??

Q hanya d sesakkan dengan hura-hura dunia semata yang hingga kini pun menghantuiku.. Tak pantas rasanya q luapkan emosiku hingga perasaan terpendamkupun ikut mengadu pada seorang wanita.. Alangkah malunya..

Apa Kata Dunia ketika Q d simbolkan orang tua dengan nama Nafi yang notabene dimaksudkan sebagai orang yang BERMANFAAT,, bermanfaat bagi lingkungan sekitarq,,

Ok,, Ok,, Panggil aku WiLDAN saja jikalau masih anggap sebagai anak laki-laki..

Tuhan.. Q bersandar pada Mu,, Hilangkan rasa pintaku yang selalu terbersit dalam anganku..  Angan keduaku pada wanita kedua Ya Allah, yang kedua yang seharusnya q bukan tingkatannya,, Lancangnya aku pada takdirmu Tuhan,,

Apaaaa kata Dunia,, Apa kataMu Tuhan..

Salamku pada semua Ruh yang sedang bertapak di Bumi,,

June 16th, 2007 by ngayogyakarto

"SALAM PEMBEBASAN UNTUK SEMUA SAHABAT.. YAH, SAHABAT SEJATI YANG SELALU MEMILIKI MOTIVASI UNTUK BERGERAK, BERGERAK MAJU MENUJU REALITAS PUTIH.. DIRIKAN TENDA KREATIVITAS, UNTUK BERJUANG MELAWAN SEONGGOK SAMPAH.. SATU KATA UNTUK KEADAAN INI: UBAH.."

Renungan akan pengalaman yang entah berarti atau tidak,,

May 1st, 2007 by ngayogyakarto

MAAFKAN AKU..

OLEH M. WILDAN NAFI’

            Apakah hidup pada akhirnya selalu diserahkan pada nasib,

            yang nyaris menghasilkan diri manusia menjadi pasif dan selalu terselamatkan karena sebuah

            keyakinan akan nasib hakiki..?

            Maka selangkah lagi, gagasan ini akan menggiring kita semua menjadi Makhluk mulia yang fatalis,,,

        Wakuna matata…

        Mahasiswa dengan beragam angan-angan, diantaranya keinginan akan sosok seorang penulis, yang terjejali akan konsep gila tak waras. Manusia edan yang bernama Wildan, khabarnya lahir di Yogyakarta, pada Mei 1985 Masehi. Seonggok tubuh yang nyaris tak sempurna untuk seorang calon penulis: lahir dalam didikan renta tua yang kolot, dibesarkan dalam keadaan yang selalu muncul banyak pertanyaan pada pribadinya dan dihantui tanda tanya yang membingungkan. Ingin ia tulis secarik catatan hidupnya dalam kertas yang buram. Ingin sekali ia lakukan dengan aneka alasan, "Aku hanya suka mengawasi pengalaman pribadiku, atau tidak untuk apa-apa, membisu dalam kehampaan. Atau mungkin juga begini: segala keinginan selalu timbul untuk mengerti akan sesuatu yang dialami dan diketahui, dari hal-hal yang kecil sekalipun." Akan tetapi semua itu semu. Tak bisa dilakukan walaupun usaha sekuat tenaga.

        Memantau pengalaman berarti mengerti apa yang terjadi. Mengerti merupakan tindakan, proses yang tak pernah ada habisnya. Sebuah renungan antara apa yang dialami dan pribadi yang terus bertanya tak henti-henti. Sebenarnya, banyak pertanyaan dan sejumlah jawaban yang terus berubah. Si Kerdil ‘85 ini selalu berusaha memahami garis, warna, jiwa, objek, dan lainnya, yang pada akhirnya merupakan perwujudan dalam upaya memahami dirinya sendiri.

        Whosaah..

        Tak ada kawan untuk berbagi, maka diciptakanlah KEADILAN yang disebutnya "kawan baru yang asing". Jadi bagaimana? Sudahlah, keaktifan dalam elemen kampus memang harus ada. Sebagai mahasiswa seyogyanya harus sadar saja dan siap-siap dengan kenyataan bahwa banyak penikmat sebuah lembaga mahasiswa –LEM misalnya– yang sudah mencapai taraf pengkultusan terhadap lembaga pujaan mereka yang diadaptasi tersebut. Dan buat apa juga memanjakan sikap mengkultuskan yang jelas-jelas bersifat eksklusif dan menutup pintu dari mahasiswa yang tak menikmati lembaga tersebut. Maka akan selalu ada ketegangan macam ini. Ketegangan antara kesetiaan terhadap beberapa sektor kelembagaan dengan penyesuaian yang memang dianggap perlu.

        Penyesuaian ini sebenarnya dalam sebuah proses adaptasi datang dari dua arah. Arah pertama adalah usaha untuk “menerjemahkan” bahasa asli kelembagaan itu ke bahasa politik. Bahasa sebuah kelembagaan tentu adalah bahasa manajemen organisasi dan tak mungkin seluruh bahasa keorganisasian ini dipindahkan ke dalam politik. Demikian pula bahasa media layaknya KEADILAN adalah bahasa media interaktif yang mustahil dipindahkan semuanya ke layar politik praktis. Dan seterusnya. “Bahasa” ini tak bisa diterjemahkan mentah-mentah karena karakter dasarnya memang sudah berbeda dan memang merupakan cara berkomunikasi yang berbeda sama sekali.

        Arah kedua penyesuaian ini adalah ketika sebuah adaptasi memang sejak awal bersifat longgar. Yaitu ketika para pembuat kegiatan seakan-akan “menulis ulang” keseluruhan kegiatan tersebut, hanya saja, medianya organisasi. Ini bisa kita lihat seperti fungsi sebenarnya tiap lembaga dalam aktivitasnya, “menulis ulang” menjadi fungsi yang harus dipelajari terlebih dahulu dalam menjalankan sebuah lembaga mahasiswa itu sendiri. Untuk arah kedua penyesuaian ini tak akan terlalu kita perhatikan karena –kalau misalnya untuk karyanya– karya tersebut seperti dilakukan dua kali oleh dua orang yang berbeda, dan bukan sekadar satu orang sedang memindahkan atau mengadaptasi karya orang lain. Ini sebenarnya lebih mirip dengan “inspired by” bukannya “adapted from”, tetapi menurut keduanya tetap merupakan proses serupa. Kembali ke proses penyesuaian untuk orang yang tak menikmati sebagai aktivis mahasiswa, tentu syarat paling dasar adalah storytelling: apakah organ kemahasiswaan bercerita pada warga kampus secara utuh atau tidak.

          Bagi mahasiswa yang sejak dini selalu dilarang baca situasi organ kampus oleh orang tuanya sehingga tak pernah menyentuh aspek keramaian itu, ketika menonton hangar bingar, tentu tak bisa langsung disodorkan fakta bahwa aktivis mahasiswa yang tak memihak selalu merasa bersalah mengajak aktivis mahsiswa-mahasiswa hidung belang bersamanya memberantas kejahatan karena pertentangan antara keduanya yang tidak dapat dipersatukan dalam satu arah. Lebih aman untuk membuat versi baru dan bagaimana memasuki kehidupan kepahlawanan bersama aktivis mahasiswa normal ketimbang harus masuk kepada konflik yang sudah sangat rumit dan merupakan tahap lanjutan dalam kultur yang terbentuk.

          Bagi pembaca setia organ aktivis mahasiswa yang tak memihak, tentu agak mengecewakan, aktivis mahasiswa yang tak memihak masih berada di tahap awal dalam hal ini, dan tak terlalu mengikuti perkembangan terakhir karakter ini. Namun inilah yang terjadi dan ini adalah contoh dasar bagaimana sebuah proses penyesuaian dilakukan dalam situasi kampus. Kemudian problem ketiga dalam adaptasi adalah pada teknik komunikasi yang dipakai. Ini adalah soal pilihan sang pelaku lembaga. Tiap elemen punya metode sendiri agar komunikasinya bisa sampai sesuai yang dimaksud. Kegiatan yang ada punya kesempatan bermain gaya penyampaian, mendeskripsikan pikiran mahasiswa dan sebagainya untuk mencapai kedalaman dan imajinasi. Wahana kegiatan yang produktif mampu membuat mahasiswa baru untuk mengalami sensasi seluruh tubuh beserta lingkungan kampusnya. Semua ini ikut menentukan sebuah adaptasi ke dalam produk yang dihasilkan masing-masing elemen lembaga. … … …

        Bersambung…

ingatanku pada sesuatu yang tak terlupakan,,

May 1st, 2007 by ngayogyakarto

BERPISAH

Tiba saatnya kini harus berpisah

Engkau sangat baik padaku

Bahwa ada dirimu dalam hidupku

Engkau sangat berarti bagiku

Kini berpisah riang

semoga kita bahagia

Telah kini tersiksa hanyalah sepi

Berdoa smoga lekas kembali

Bagaimana mungkin lupa akan drimu

Spanjang masih hidup di dunia

Kini berpisah riang

Smoga kita bahagia

Kini berpisah riang

Smoga kita bahagia

ceritaku pada cinta yang tak berarti,,

May 1st, 2007 by ngayogyakarto

ANGAN-ANGAN ROMANTISME

Diceritakan oleh :

M. Wildan NAfi’ *

 

 



OBITUARI DIRI

 

 Sebut saja aku, Wildan..

 

Mahasiswa yang sedang galau akan kegiatannya akhir-akhir ini (27.11.2006). Perasaan tidak menentu selalu saja kian menghampiri di setiap malam. Air mata, tak henti-hentinya menetes walau hanya setitik saja. Yach, begitulah hidup mungkin yang dirasa. Rasa kecewa, sedih, terkebirikan, maupun senangpun selalu ada saja. Berputar dengan waktu yang selalu mengajak untuk berlomba lari. Lari dari kenyataan.

 

“ Duh.. waktu mungkin sekarang ini sudah menyamai lariku ”, Sergah Wildan ketika mencoba merenungi arti kehidupan ini.

 

Kegiatan yang terbentuk serasa tak teratur.. tidak seperti dahulu, yang apabila dilalui akan menimbulkan kepuasan lahir sekaligus rasa batin dalam diri. Hari demi hari selalu terasa ringan untuk dirasa dan dikenang. Itu dahulu.. zaman sebelum manusia yang dikatakan terhormat ini dibandingkan makhluk ciptaan Tuhan lainnya, belum terjun dalam masa pendewasaan di lingkungan pendidikannya.

Sekarang.. tubuh yang kian lama makin kecil.. kecil, dan mengurus tak begitu digubriskan itu, yang terpenting perut yang Tuhan berikan tidak tersakiti, mengungkapkan perasaannya bahwa hidup ini berat juga untuk dilakukan terlebih untuk dirasakan. Apakah ada perubahan terhadap hidup ini ataukah hidup ini mulai memepermainkan tubuh ciptaan-Nya ini?

 

Masa terus saja berputar, seperti halnya bulan yang selalu saja mengitari bumi sesuai jalur orbit yang telah digariskan Tuhan. Proses yang mengganas ini terus terjadi tanpa disadari secara riil. Tak terasa pula kini hari demi hari yang tak begitu menyenangkan ini mewarnai sebuah keinginan akan perasaan terhadap opposanku.. PEREMPUAN.. ya, perempuan. Seseorang yang diempukan, yang dijempolkan.

 

Ternyata, benar juga apa yang difirmankan oleh Tuhan bahwa manusia telah diberikan seorang pasangannya masing-masing sesuai dengan jalur yang dimiliki setiap pribadi itu. Termasuk pula dengan hasrat untuk memiliki akan keadaan itu. Yang kafir akan mendapatkan sesuai kekafirannya, yang alimpun akan digariskan kepada sesuatu hal yang alim pula.

 

 

,,,-,,,

 

 

 

 

 


JEGLER

 

Seorang perempuan. manis, dan cerah dipandang, duduk sore itu di sebuah kursi formal, tempat duduk hakim anggota seharusnya menempatkan diri. Sebuah ruang mahasiswa tempat melakukan telaah ilmu waktu itu, dipenuhi puluhan mahasiswa dan mahasiswi. Indah memang terlihat kala itu. Suasana yang memihak terjadi secara otomatis begitu saja tanpa ada makhluk yang mensettingnya. Proses transformasi ilmupun berlangsung dan terjadi begitu saja. Waktu mulai jauh berada di belakang aktivitas yang tengah dilalui. Tak terasa bahwa kita semua yang ada diruangan itu sedang berlomba dengan waktu, momok menakutkan yang setiap saat dapat meluluh lantakkan nasib manusia.

 

Di tengah proses yang mengasyikkan itu, pikiran yang fana mulai terganggu. Entah mengapa hal ini begitu saja terbentuk. Tak henti-hentinya arah pandanganku selalu tertuju kepada perempuan itu, sosok perempuan yang menimbulkan hatiku mulai luluh dikit demi sedikit. Inikah perempuan yang selalu dibicarakan setiap mahasiswa saat proses pendidikan di universitas biru ini berlangsung. Aku mulai mengakui akan hal itu. Akupun mengakui..

 

Perasaanpun kian berubah ketika sosok yang mulia itu, menurutku, mulai memberikan pandangan nyata tentang hidup ini. Mimpi-mimpi mulai terkonsep di otak kananku saat itu pula.

 

Pertentanganpun muncul.

 

“ Agh, ada apa ini? Adakah yang salah dengan pikiranku? Tuhan, aku sedang belajar.. Mengapa ada hal yang mengusikku hari ini ? ”, kataku dengan rasa gelisah.

 

 

,,,-,,,

 

 




KABUT HILANG

 

Malam itu, saat keheningan mulai nampak dan kesunyian malam mulai terasa, aku melangkahkan kaki setapak demi setapak mengarah ke sebuah kendaraan roda dua yang butut.

 

Serasa terengah-engah dan badanpun mulai gontai, kendaraan bermotor itupun kunaiki dan meluncur bersama dengan tujuan yang pasti, yakni sebuah Lembaga Kemahasiswaan di sebuah perguruan tinggi dimana manusia yang tidak pernah tahu akan keadaannya ini menuntut ilmu, Pers Mahasiswa KEADILAN.

 

Yah, sebuah Lembaga kemahasiswaan milik Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia yang selalu menyuarakan mengenai persamaan dan keberpihakan kepada setiap yang tertindas, bisa dibilang itulah jiwa yang dinamakan “jiwa transformatif”.

 

Transformatif hingga sekarang ini, dtempatkan sebagai landasan ideologi PersMa KEADILAN. Itulah yang membuat aku masih menyayangi tempat itu, banyak sudah yang telah KEADILAN berikan padaku hingga sampai saat ini. Membentuk saudara-saudara baru bagiku, terbentuk pula pola pikir seorang yang hina ini menjadi lebih berorientasi kepada masa depan, sebuah keadaan yang selalu dicita-citakannya.

 

KEADILAN pulalah yang menjadikan manusia terbelakang ini memiliki keberanian untuk menyuarakan perasaannya walaupun hanya dalam beberapa lembar tulisan. Sedikit keberanian konkritnya.

 

Beberapa ruas jalan kulalui, begitupun tikungan-tikungan terjal kulewati, akhirnya sampailah aku didepan sebuah pintu bangunan mini namun terlihat kokoh. Jelas saja dapat kemudian tertebak, di depan ruang KEADILAN.

 

Seketika itu pula, kulongokkan kepala disudut pintu sambil berusaha kusembunyikan badanku dengan maksud mengintip dan mencari tahu gerangan apakah yang sedang terjalin di dalam ruang jurnalis kecil itu. Adakah putaran dialektika ataukah roda intelektual yang terjadi.

 

Terperanjat pula aku disaat itu.

 

“ Weleh.. ternyata ada Pimpinan Umum dan Sekretaris Umum sedang berbincang “, dalam hati kecilku ini berkata.

 

Entah apa yang diperbincangkan aku tidak tahu dan juga tidak sedikitpun ingin mengetahuinya. Akhirnya, merekapun mengetahui akan posisiku dan tanpa merasa malu akupun masuk dalam ruang sempit dengan beraneka ragam barang-barang jurnalis ditambah lagi dengan beberapa kali bibirku tersenyum kepada keduanya.

 

“ He..he..he..he.. ”

 

 

  ,,,-,,,

 

 




RENUNGAN TANDA TANYA

 

Duduk disebuah kursi kecil merah dengan empat kaki roda, manusia hina mencoba menyandarkan punggungnya di tempat sandaran kursi nan empuk itu. Perbincanganpun terjalin saat itu, aku dengan seorang calon ibu yang penyabar, ketika itu menjabat selaku Sekretaris Umum lembaga yang sedang kita tempati saat perbincangan mulai terjadi.

 

Tanpa disadari, ia bertanya kepadaku berkaitan dengan permasalahan cinta. Sambil menceritakan hal yang berkait dengan tindakan-tindakan dimasa lalunya, iapun sembari bertanya disetiap selanya. Begitupun dengan pertanyaan yang mengharuskan aku ikut juga menjawabnya.

 

“ Alamak, percintaan saja aku belum mengetahuinya, apalagi telah cukup fasih dan lihai mengalaminya.. “, dalam hatiku mencoba berfikir.

 

Seolah aku ini sedang menjadi raja cinta saat itu dan tanya jawab itupun berlangsung cukup lama hingga akhirnya kita mempunyai titik kesadaran dibawah lima puluh persen, kira-kira. Mata mulai nampak merah dan seakan ingin sekali menutup diri. Ngantuk pada dasarnya.

 

Atas kehendak seorang temanku itu, bisa juga aku anggap saudaraku di KEADILAN, akhirnya kita memberanikan diri untuk melaju pulang. Ia ke tempat kosnya, aku ke tempat orang tuaku tinggal.

 

Dalam perjalanan pulang, aku mulai teringat akan perempuan yang saat itu masih sering sekali muncul dalam pikiran nisbiku. Kebingunganpun datang lagi disaat motor bututku melaju beserta seorang pengendara yang kehabisan akalnya. Sampai-sampai lampu lalu lintas saja dilalui tanpa sadar untuk melihat nyala lampu sedang hijau ataukah merah. Jadi melamun rupanya si pengendara ompreng itu..

 

 

,,,-,,,

 

 




JAWABAN MASA DEPAN

 

Malam kamis. Waktu yang membuat diri manusia tak berilmu ini mulai sibuk dengan beberapa tamu tak diundang yang datang ke rumah orang tuanya dengan alasan bahwa orang tua beberapa hari lagi mulai mempersiapkan diri memenuhi undangan dari Sang Pencipta.

 

Diakui memang, beberapa waktu mendatang yang bisa dihitung dengan jari (10.12.2006) kedua orang tua yang tengah mulai beranjak renta itu akan melaksanakan panggilan dari Tuhannya manusia, yakni mengunjungi baitullah, rumah Allah dengan niat untuk berhaji.

 

Satu persatu, tamu-tamu berdatangan dan ada pula kemudian tamu yang baru, muncul sesudahnya. Dengan rasa ikhlas untuk membantu, akupun, walau dengan tindakan ala kadarnya, ikut andil mengurangi kerepotan keduanya. Hanya seperti inilah yang dapat aku lakukan akhir-akhir ini untuk membalas jasa mereka terhadapku selama diasuh oleh mereka hingga dewasa seperti halnya sekarang.

 

Malampun larut dan sepi. Dengan tubuh yang seakan remuk karena hawa angin yang serasa menyiksa tulang-tulang sendiku, aku terlentangkan tubuhku di sebuah kasur kecil dalam sebuah kamar yang telah diijinkan orang tuaku tidur disana. Pikiran untuk selalu mengkhayal mengenai perempuan mulia itupun kembali muncul. Tiba-tiba, aku merasakan sebuah denyut jantung berdegup seakan aku sedang berada didekat orang yang ingin sekali kusayangi.

 

Aku berlogika dengan diriku.

 

“ Tuhan menciptakan sosok manusia. Sosok makhluk ciptaan yang dibuat berbeda dengan makhluk lainnya. Dikatakan lebih sempurna pula. Diketahuipun terdapat manusia dengan bentuk laki-laki dan yang lain dalam bentuk perempuan ”, hati kecilku hendak mengutarakan idenya.

 

Akupun mulai menyangka bahwa manusia dicipta dalam dua bentuk dengan ada maksud agar dari keduanya itu timbul rasa saling memiliki satu sama lain. Tak lebih dari itu.

 

Setelah kupikir-pikir, tiada salah seandainya saja manusia yang hina ini mengutarakan keinginan akan rasa kasih sayang terhadap wanita yang baik untuk hidup dalam sebuah kebersamaan.

 

Dengan rasa minder yang berlebih, maka manusia terpinggirkan ini mencoba menulis sebuah surat, dengan impian untuk segera dibaca oleh perempuan yang dikaguminya itu, terlebih untuk mendapatkan ketetapan akan ajakannya. Kurang lebih seperti berikut surat buatan manusia bodoh itu:

 

Yogyakarta, 29 November 2006

 

Kepada: Soerang Perempuan Mulia,

  xxxxxxxxxxxxxx…

 

 

 

Tak ada kata yang bijak diucapkan sebagai awal kecuali sebuah salam,

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Mohon maaf atas semua kelancangan yang tengah Wildan perbuat ini. Sekali lagi Wildan ingin meminta maaf.. Entah mengapa, seoarang manusia hina yang diberikan nama oleh kedua orang tuanya, M. Wildan Nafi’, itulah nama aku, memberanikan diri menulis surat ini. Mencoba menggadaikan rasa malu terhadap perempuan yang dirasa mulia, yach, kamu xxx..

 

Awal mula, Wildan tidak tahu menahu tentang xxx.. yang Wildan tahu hanya nama, sebatas itu saja karena Wildan yang bodoh ini, mudah sekali untuk lupa. Itupun Wildan tidak menyadarinya. Maklum saja, disebabkan karena Wildan merupakan manusia yang bodoh.

 

Pada pertengahan proses kuliah Wildan di FH-UII, mulai banyak beredar pembicaraan mengenai xxx.. Wildan sempat berfikir, yang mereka bicarakan itu seorang teman satu jama’ah Wildan saat orientasi mahasiswa berlangsung dulu, sebelum Wildan melakukan sistem belajar mengajar. Nama jama’ah itu sangat Wildan ingat, Jama’ah xxxxx.

 

Tanpa disengaja, Wildan sedikit mulai tahu akan siapa xxx. Kala itu, Wildan sudah bisa melihat xxx.. Ternyata banyak memang yang mendekati xxx. Entah itu yang hanya untuk berbicara, atau mungkin yang sedang berusaha untuk mendekati.

 

Saat itu keinginan Wildan untuk menyukai perempuan belum terbentuk sama sekali. Memang, Wildan ketika itu belum ingin menjalin hubungan dengan seorang perempuan. Wildan masih memikirkan diri sendiri yang diberikan tugas oleh orang tua untuk belajar di perguruan tinggi Hukum UII. Serasa berlalu, Wildan lalui semua itu hanya untuk belajar dan berproses dalam pembelajarannya.

 

Ditengah situasi yang sekarang ini, Wildan mulai melepaskan berbagai kegiatan yang sedang dijalani.

 

HMI-MPO, sebuah organisasi islam yang terbentuk di FH-UII, dimana Wildan banyak belajar berpijak mengenal secara umum akan arti politik dan beberapa kejadiannya yang telah bisa Wildan baca dan Wildan rasakan, sudah mulai ditinggalkan walaupun Wildan sendiri bingung tentang status disana sekarang. Masih dianggap atau tidak, itupun tidak Wildan hiraukan.

 

JHTC, sebuah kumpulan teman bermotif motor Honda yang terbentuk pula di FH-UII juga tengah dilepas sedikit demi sedikit walaupun hal ini serasa meninggalkan sebuah kediaman tidur, sulit memang dikarenakan banyak teman menjadi akrab dengan Wildan saat andil disana.

 

Begitu pula LPM KEADILAN, sebuah lembaga Pers Mahasiswa yang ada di FH-UII, yang menjadikan manusia hina ini lebih baik dari sebelumnya, tempat dimana Wildan mendapatkan saudara-saudara baru terlebih seorang Kakak yang sangat baik dan selalu dapat dibanggakan oleh setiap orang, mulai dalam proses untuk dilepaskan. Berat juga memang untuk dilaksanakan namun benar juga apa yang dinasehatkan oleh kakak Wildan di KEADILAN bahwa semua itu pilihan, selesaikan dengan elegan dan cantik agar kita selalu dihargai. Wildan sangat sedih xxx sampai sekarang ini..

 

Yach, itulah kisah hidup Wildan sekarang..

 

xxx.. entah ada apa pula, disaat Wildan membutuhkan seseorang yang dapat membantu, xxx muncul. Entah mengapa itu terjadi dan Wildanpun heran mengapa yang muncul itu xxx.. bukan perempuan yang lain, toh banyak perempuan di FH-UII yang dirasa banyak laki-laki adalah cantik, melebihi kecantikan xxx. Inikah yang dinamakan bahwa perasaan suka itu nisbi sifatnya ? Wildan merasa iya..

 

xxx… Wildan dengan rasa bersalah ini ingin mencoba sesuatu usaha untuk memperoleh izin dari perempuan mulia yang Wildan ingin sekali berada disisinya dan ingin pula Wildan ada untuknya, begitupun sebaliknya. xxx lebih tahu akan maksud Wildan ini. Wildan ingin mencari calon isteri. Itu semua ada di xxx..

 

Wildan berfikir, keadaan orang tua tidak akan dapat dijadikan acuan dalam proses sekarang ini. Wildan harus menyelesaikan kuliah dengan cepat dan segera mendapatkan pekerjaan, berpisah dari rumah orang tua yang sekarang ini Wildan tempati, dan kemudian melangsungkan perkawinan dengan perempuan pilihan Wildan sendiri, membentuk sebuah keluarga.

 

Ya, inilah usaha Wildan untuk mencapai konsep-konsep masa depan yang tengah Wildan jadwalkan. Wildan sedang melaksanakan program dalam jadwal hidup Wildan sekarang ini xxx.. Itu semua tidak akan terjadi dengan cepat begitu saja.

 

Wildan sekarang merasa sangat hina sekali dengan surat ini, terlebih seorang perempuan mulia membaca semua ungkapan Wildan ini. Wildan takut, takut untuk diacuhkan.. xxx, Wildan mohon ya, tolong maafkan perbuatan yang tidak gantle ini.

 

 

 

Wildan dalam hal ini ingin memohon, maukah xxx menjadi perempuan yang Wildan idamkan ? Mau ndak xxx jadi pacar Wildan ?

 

 

??

??

??

 

 

xxx.. hanya itu yang mungkin ingin Wildan ungkapkan, Wildan harap xxx menjawab ini, baik itu melalui secarik tulisan ataukah secara langsung menemui manusia yang hina ini..

 

Yang jelas, Wildan sangat malu. Maaf..

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

 

Dari seorang manusia hina yang mengidamkan perempuan mulia,

M.WILDAN NAFI’

 

 

Lega menyertai perasaan yang sedang diburu pertanyaan itu. Harapan muncul, menyatakan akan perasaan dan keinginannya untuk hidup bersama menapak keindahan melalui nasib dunia. Pemuda yang kurus kering itu, setelah memberikan gambaran yang massif, kemudian mulai menunggu akan datangnya keajaiban dari Tuhan. Yang dilakukan adalah hanya menunggu. Tak ada usaha lain yang harus dilakukannya dikarenakan sudah ada sebuah pelajaran yang diperoleh sebelumnya untuk menerima kenyataan,betapapun sulit dan menyakitkan.

 

“ Mudah-mudahan bisa membantu permasalahan yang ada. Apa yang menimpamu adalah yang terbaik, karena Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Dan syukuri segala sesuatunya ini karena betapa pahit keadaannya, pasti terdapat sesuatu yang ingin Tuhan hadiahkan untuk hidup kita ”, hatinya memberikan wejangan penutup sambil berlalu begitu saja dan kemudian lenyap.

 

 

,,,Selesai,,,

 

 

 


Cerita ini aku persembahkan untuk hidupku melalui semua manusia yang mengenalku di fase kehidupan pertama ini. Special thanks for:

 

ΘΘΘ Sahabat-sahabatku.

Taufiq Husein Kesuma, Reza Agung D. K. , Heriyanto, Kharismawan Ali, dan Deni Prasetyo, sukses dengan kesibukan kalian masing-masing. Aku tidak akan melupakan hari terindah di sebuah SMU dengan beragam kenangan itu..

 

ΘΘΘ Saudara-saudaraku di KEADILAN yang telah membentuk manusia bakhil ini semakin menyadari akan kekurangan pada pribadinya yang tak terhitung berapapun jumlahnya.

Johan, Syahrul, Adita, Fafa, Zailani, Azmi, Putri, Faisal, Bayu, Nurmaya, Ressy, Adi, Nova, July, Wawan, Rully, Hery, Eko, Suen, Reza, Jafron, Jarot, Pras, Ipam, Heady, IKa, Mia, Iip, Habibi, Aqsa, Lutfan, Ali, Ajeng, Ami, Pito, Anti, Santi, dan lainnya yang tidak dapat aku sebutkan satu persatu, terima kasih semuanya..

Sebentar lagi, aku akan merindukan kalian, merindukan atmosfir KEADILAN yang ramai dan berbudaya pengetahuan..

 

ΘΘΘ Kawan-kawanku di RIMAQ, Remaja Islam Masjid Al-Arqom.

Anton, Fitri, Prima, Santo, toni, Nita, Rohmad, Taufiq, Ruri, Dwi laki, Dwi Perempuan, Kiki, Ulin, Alm. Fuad Adi, Hamid, Ika, Nisa, Mila, Eko, Esti, Anjar, Ari, Veri, Alex, Dodi, Adi, Adam, Desi, Heni, Agus, Yuli, Andri, Heru, Ridwan, Iwan, Didik, Atik, Wely, Aji, Mei, Istiqlal, Yuni, Soni, dan lainnya juga yang tidak dapat aku sebutkan karena banyaknya, makasih semuanya sudah bekerja sama dengan pemimpin yang kurang waras ini..

Bukan aku meninggalkan kalian, tetapi aku hanya menjaga kalian dari kyai-kyai busuk yang selalu mengombang-ambingkan kita. Telah membuat beberapa teman kita tidak mempunyai pekerjaan, bingung dengan kuliahnya, putus pendidikannya dan membuat pula persatuan kita tercerai berai seperti halnya sekarang ini. Biarlah mereka sendiri yang akan menanggung dosanya. Semoga ada manfaat yang diperoleh setelah masaku berakhir beberapa bulan lagi kawan..

 

 

ΘΘΘ Teman-teman HMI Majlis Penyelamat Organisasi.

Syafi’ie, Syamsul, Dodi, dan semua yang tidak bisa kutulis satu persatu karena keterbatasan ingatanku, terima kasih sekali telah memberiku pelajaran yang berharga. Semoga kalian tetap mencari ilmu dimanapun berada..

 

ΘΘΘ Partner-partnerku di JHTC jo JEC, Jogja Honda Touring Community jo Jogja Expedition Community.

Andi dan Joko beserta segenap kawan JHTC jo JEC yang selalu saya beri penghormatan, terima kasih tidak henti terucap. Memang kebahagian yang diperoleh adalah kebahagiaan yang kita dapatkan dengan bersenang-senang melalui prinsip bahwa ada pelajaran yang bermanfaat dari setiap perjalanan yang kita lakukan..

 

ΘΘΘ Yang tidak akan kulupa, yang selalu aku ingin didekatnya, Pak Dheku, Abdul Hafidz dan Kakakku, Suen Herief.

Semoga Tuhan memeliharakan hati, fikiran, dan langkah kita menuju jalan kesalehan diri dan sosial, hingga kita berguna bagi orang ramai..

 

ΘΘΘ Kedua orang tuaku yang selalu memberi arah hidup, Ayahanda xxx dan Ibunda xxx. Calon-calon penghuni surga Allah SWT.

 

……….

 

Rasa syukur kulafalkan kepada Yang Maha Pemberi Keputusan, Allah SWT., yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengeluarkan isi hatinya..

Tiada kata yang pantas diucapkan selain pujian terhadap-Mu ya Robb..

Kepada-Mu aku menyembah dan hanya kepada-Mulah aku memohon pertolongan..

 

 

JUM’AT, 1 DESEMBER 2006





CURICULUM VITAE PENULIS


 

M. Wildan Nafi’, lahir disebuah kota kecil yang konon dikatakan berbudaya asor, Yogyakarta, pada tanggal masehi 6 Mei 1985.

 

Ditempa bersama kedua orang tua yang salah satunya berasal dari kota Madiun, tempat rezim NASAKOM terbentuk, dan yang satunya lagi kecil berada pada lingkungan di sekitar kehidupan militer dengan pertentangan dari bentuk NASAKOM itu sendiri, yang tidak diarahkan oleh seseorang yang dituakan dikarenakan orang yang seharusnya membimbingnya telah dihadapkan pada alam kubur, yakni disebuah desa dengan nama Babadan Baru, Yogyakarta dimana penulis juga lahir di sana.

Diberikan 3 orang adek yang disayang membuat hatinya selalu tergerak untuk memberikan yang terbaik bagi kedua orang tuanya walaupun dalam prakteknya ia selalu dipertanyakan rasa hormatnya kepada kedua orang tuanya itu. Seorang adek perempuan yang tengah mengenyam ilmu di sebuah perguruan tinggi di daereah Yogyakarta, xxx, seorang adek laki-laki yang belajar di sekolah menengah pertama di kawasan sleman, xxx, dan seorang lagi adek laki-laki yang disekolahkan di xxx, tepatnya.

 

Memilih berpendidikan sebagai mahasiswa di sebuah lingkungan parlente, UII fakultas hukum, ia jadikan kehidupan sekitarnya itu sebagai pelajaran dunia yang berharga walaupun untuk masalah akhirat, kondisi lingkungan tempat ia belajar itu masih terlampau jauh dari keinginan untuk selalu tunduk kepada ajaran agama terlebih untuk meningkatkan rasa ketaqwaan kepada Allah SWT.

 

Hal yang mungkin dapat dijadikan sebuah renungan dari aktivitas adalah motto hidup yang selalu dipertahankannya.

 

“ Hidup di dunia harus bermanfaat dengan baik, proses hidup akan tidak sia-sia kalau saja banyak berlimpah materi sehingga ada produktivitas yang selalu dilakukan.

Walaupun, dengan materi itu kebanyakan orang kemudian akan lebih menjadikan seseorang merasa hero bagi dirinya sendiri dan melupakan orang lain, padahal hidupnya sangat bergantung, itu yang tidak baik dan harus dihindarkan “

 

 


* Seorang Mahasiswa ‘04 aktif di FH-UII yang sedang mengalami kegundahan cinta terhadap salah seorang perempuan mulia yang selalu dielu-elukan setiap mahasiswa di kampus biru, kampus Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia..

Suara gemuruhpun akhirnya menerpa,,

May 1st, 2007 by ngayogyakarto



            Inilah kisahku…


 

 Man and girls, hidup ini emang di rasa menyakitkan y? Adakalanya kita dibuat senang tapi adakalanya pula kita selalu dibuat sedih.. hingga sedih yang tak terbendung. Layaknya seorang kekasih yang sedang dirundung cinta dengan pasangannya. Perjalanan hidupku..diawali ketika gempa bumi meluluh lantakkan yogyakarta tanggal 27 Mei silam. Gempa yang bagi pembuatnya tak mempunyai kekuatan besar itu, menimbulkan trauma bagi semua orang Jogja yang mengalaminya dan merasakan.

 

 Gleerrr..errr, suara gemuruh pagi itu membuat keluargaku panik. Begitu pula dengan diriku. Bumi ini rasanya berguncang hebat. Khayalanku pada negri ini adalah perang.. Apa indonesia sudah diserang israel y?? Itulah yang ada dalam benak pikiran kosongku saat itu. Jangan-jangan.. Amerika membombardir negriku yang berlimpah kekayaan ini.. Jangan-jangan… Jangan-jangan…??

 

 “ perang dunia man.. ”

 

 Seluruh keluargaku dan akupun berhamburan keluar rumah sambil berteriak.

 

 “ Gempaaaa..gempaaaaaa..!!

Ini Rull surat pengunduranq,,

May 1st, 2007 by ngayogyakarto

Yogyakarta, 11 Februari 2007

Nomor         :  -                                                                                   

Lampiran     :  -

Hal               :  Permohonan PENGUNDURAN DIRI

                        sebagai Pengurus LPM FH UII KEADILAN

Kepada Yth.

Saudara/i SekUm LPM FH UII KEADILAN

Di FH UII

Tembusan Kepada:

1. PU LPM FH UII KEADILAN

2. Wa. PU LPM FH UII KEADILAN

3. Pimpinan DokPus LPM FH UII KEADILAN

4. Pimpinan LitBang LPM FH UII KEADILAN

5. Pimpinan Pengkaderan LPM FH UII KEADILAN

6. Pimpinan Redaksi LPM FH UII KEADILAN

            Puji dan syukur kehadirat Allah swt atas segala rahmat, hidayah dan inayahNya. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rosulullah Muhammad SAW,junjungan kita.

            Sehubungan telah dimulainya beberapa kegiatan dari program kerja LPM FH UII KEADILAN, yang telah dilaksanakan dan sedang dalam proses kerja, maka kami atas nama M. WILDAN NAFI’, yang dalam kepengurusan LPM FH UII KEADILAN menjabat sebagai Staf DokPus memohon kepada Pengurus Inti untuk bersedia memberhentikan sebagai salah seorang anggota Pengurus LPM FH UII KEADILAN.

            Hal tersebut diatas disebabkan karena:

1.   Orang Tua sudah tidak lagi mengizinkan untuk melakukan kegiatan keorganisasian, baik itu di lingkungan Kampus maupun di lingkungan tempat tinggal.

2.   Adanya penyebab point 1 maka hal ini dilakukan demi berjalannya kegiatan dan proses kepengurusan serta semangat teman-teman di LPM FH UII KEADILAN

            Demi terlaksana dan suksesnya program – program kegiatan yang telah direncanakan, maka kami memohon kesediaan Sdr/i untuk mengabulkan permohonan saya tersebut diatas.

            Demikian permohonan ini kami sampaikan semoga Sdr/i memakluminya.

            Atas perhatian Sdr/i kami ucapkan terima kasih.

            Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

                                             Hormat Saya,

                                       Muhammad Wildan Nafi’

                                        NIM : 04410059

Harapan tak kunjung ada,,

April 30th, 2007 by ngayogyakarto

30.04.2007

Hari ini hidupku tidak berubah secara riil,,

Hanya perubahan hidup semu yang aku rasakan,,

Cewek ndak ada,, organisasi juga ndak ada,,

Apakah salah semua perilaku yang telah aku lakukan,,?

Aku,, saat ini hanya ingin menjadi mahasiswa normal yang terus berkembang dengan ilmu,,

Bukanlah organisasi yang saling menjatuhkan, bukan pula cewek yang hanya ingin dalam keadaan senang,,

Hanya kelompok studi yang selalu memberikan pencerahan hidup yang akan aku gandrungi dan kutempa,,begitupun cewek yang dapat mengerti akan hidup ini, yang mau diajak senang maupun susah,,yang akan aku inginkan,,,

Hanya harapan yang entah kapan akan terjadi,,

      -manusia hina durja-

Cerah…?? ato pencerahan…???

February 13th, 2007 by ngayogyakarto

JANTUNG TAK HENTI" BERDETAK,,

BEGITUPUN ALAT KENCINGKU YANG SELALU MENCURAHKAN AIR KEDAMAIAN,,

ITULAH KINI YANG TERLAMPAUI DI ALAM DUNIA INI,,

MENGALIR.. BERPROSES.. DAN SALING MENGHASILKAN SESUATU YANG BERGUNA,,

 

Yang selalu diharapkan hanyalah sebuah kota.

Kota.. yach, kota.. Kota Penantian Akhir. Disitulah air mineral bermerek Hidup Baru dapat diketemukan dan dijumpa, hingga dapat digunakan untuk membersihkan pompa hitam menjadi lebih segar memerah kembali.

 

Diketemukan pula Kota Bangkai di dalamnya. Agh, tetapi itu bukanlah suatu harapan untuk masuk kesana.. kelubang hitam nan keji. Disebabkan disanalah jamu Penolak Sakit Hati tak dapat ditemui.

 

Hanyalah Kota Penantian Akhir yang memiliki Air Zam-Zam Hidup Baru, memberikan nyawa baru pula..

 

He he he..

Setelah beberapa dekade disana, dimulai beberapa terapi-terapi hangat bagiku, meluruskan ruh yang kerdil ini dari kebengkokan dunia. Terapi Penghapus Kesedihan, dilanjutkan juga dengan terapi Penghapus ingatan.

 

Dengan begitu..

Pengalaman dan kenangan masa silam dapat disembuhkan perlahan, sedikit demi sedikit yang nantinya akan dihanguskan seketika. Hanyalah di sana.. di tempat itu…

 

KOTA PENANTIAN AKHIR,,

KOTA MUDA YANG MEMUDAKAN,

KOTA MUDA YANG KEKAL DAN MENGEKALKAN,,

MIMPI TAK TERKENDALI

January 23rd, 2007 by ngayogyakarto

Saat yang tepat kini terasa dalam dunia dewasaku.. Manusia mulai beranjak terbangun ketika disekelilingnya mulai hampa terasa. Pening meningat masa yang kelam, pusing membayangkan keadaan dunia.
   
   

TUHAN..
Yah, TUHAN yang sekarang ini selalu diimpikan. Berada selalu di sisiNya, selalu pula disampingNya, dan Sang Maha selalu menjaga.

    Wildan ingin TUHAN…
    Wildan ingin Surga…
    Wildan ingin suri dan menemui TUHAN SEMESTA ALAM

Aku mengakui sampai Engkau mematikanku, bahwa Engkaulah segala-galanya.. Engkaulah hidupku.. Dekatkan jasad ini kepada Engkau…

    Wildan kini memohon…

Suri..
Suri..
Suri..
dan Mati..

5..
4..
3..
2..
1..
0..

Aku datang YA ROBB..

-